Get me outta here!

Kamis, 30 Mei 2024

mitigasi bencana alam gempa bumi

Rabu, 29 Mei 2024

mitigasi bencana alam gunung berapi

Rabu, 27 Maret 2024

tugas kelompok 1

Kamis, 11 Januari 2024

GUNUNG BERAPI

 Gunung Api

Secara umum, gunung berapi atau gunung api adalah istilah yang dapat didefinisikan sebagai suatu sistem saluran fluida panas (batuan dalam wujud cair atau lava) yang memanjang dari kedalaman sekitar 10 km di bawah permukaan bumi sampai ke permukaan bumi, termasuk endapan hasil akumulasi material yang dikeluarkan pada saat meletus.


Suatu gunung berapi merupakan bentukan alam dari pecahan yang terjadi di kerak dari benda langit bermassa planet, seperti Bumi. Patahan tersebut mengakibatkan lava panas, abu vulkanik dan gas bisa keluar dari dapur magma yang terdapat di bawah permukaan bumi.


Macamnya sendiri ada banyak, dilihat dari aktivitas dan tipe bentuknya. Dari aktivitas, ada yang aktif, ada yang mati, dan da juga yang istirahat. Sedangkan berdasarkan tipe bentuknya, terdapat gunung kerucut (strato), gunung perisai, dan gunung maar.


Gunung Api Mati

Seperti namanya, gunung ini sudah tidak lagi memiliki aktivitas erupsi. Bisa saja gunung ini pernah meletus, tapi tidak akan meletus lagi.


Gunung Istirahat

Gunung istirahat merujuk kepada gunung yang masih memiliki aktivitas vulkanik, tapi sedang beristirahat. Gunung jenis ini dapat meletus sewaktu-waktu, kemudian beristirahat lagi. Contohnya adalah Gunung Kelud.


Macam-macam gunung api yang dibedakan menurut tipe bentuknya:


Gunung Kerucut (Strato)

Sesuai dengan namanya, gunung kerucut memiliki bentuk seperti sebuah kerucut. Kerucut ini terbentuk karena materi letusan gunung berapi merupakan campuran antara hasil erupsi efusif dan erupsi eksplosif. Di Indonesia, yang termasuk gunung berapi kerucut adalah Gunung Merapi.


Gunung Perisai

Gunung ini terbentuk karena magma yang keluar dari dapur magma bersifat cair. Bentuk gunung ini tidak terdapat di Indonesia, tapi salah satu contohnya adalah Gunung Mauna Loa di Hawaii, AS.


Gunung Maar

Gunung api maar terbentuk karena adanya letusan eksplosif dari dapur magma yang relative kecil atau dangkal. Contohnya adalah Gunung Lamongan di Jawa Timur.






sumber: https://www.kelaspintar.id/blog/tips-pintar/gunung-api-pengertian-dan-macamnya-1610












LEMPENG TEKTONIK

 Pengertian Lempeng Tektonik

Lempeng merupakan lapisan penyusun bumi paling atas yang sebagian besar mempunyai ketebalan hingga 100 km. Sementara tektonik adalah adanya proses dari pergerakan yang terdapat pada kerak bumi hingga membuat timbulnya beberapa fenomena seperti lipatan, lekukan hingga patahan yang berdampak pada tinggi rendahnya permukaan bumi.


Lempeng tektonik erat kaitannya dengan lapisan litosfer pada bumi yang memang menjadi lapisan paling atas dari bumi. Lapisan yang tersusun dari kerak bumi dan mantel bumi, keduanya memiliki sifat sangat padat dan kaku. Lapisan litosfer mengalami proses yang berujung membentuk lempeng-lempeng tektonik pada bumi.


Berdasar dari penjelasan di atas, dapat dikatakan bahwa lempeng tektonik adalah bagian paling atas bumi dengan fenomena yang muncul akibat proses pergerakan dan mempengaruhi tinggi rendah dari bumi tersebut. Secara langsung adanya proses pergerakan ini membuat pengaruh signifikan pada penampakan permukaan bumi yang dinamis.


Indonesia terletak pada permukaan tiga lempeng tektonik besar yaitu lempeng eurasia, lempeng Indo-Australia dan Lempeng Pasifik. Letak geologis Indonesia dilihat berdasarkan pada titik pertemuan dari tiga lempeng tersebut. Kondisi ini memunculkan rawan terjadinya gempa di daerah yang terletak pada pertemuan lempeng tektonik tersebut


dengan kandungan mineral dan kaya unsur besi, penggunaan mineral dinamakan dengan fosil kompas.


Fosil berperan sebagai kompas untuk menunjukkan arah kemagnetan, dipengaruhi juga dengan adanya komposisi basalitis. Karena inilah batuan yang terbentuk mampu merekam arah kutub magnet saat batuan terbentuk. Hingga akhirnya ditemukan kesamaan arah kutub magnet disertai dengan lokasi terbentuknya.


Kondisi yang membuat perkembangan teori perkembangan lempeng tektonik ke arah perluasan, hasil dari pergerakan vertikal batuan. Namun juga tak menemukan adanya ukuran bertambah besar permukaan bumi, kondisi yang menyebabkan zona subduksi dan sesar translasi. Perkembangan teori tektonik ini yang akhirnya diterima oleh berbagai kalangan.


Jenis-jenis Batas Lempeng Tektonik

teori lempengan tektonik


Batas Divergen

Batas Divergen disebut juga sebagai zona pertambahan dan pembentukan lempeng baru, merupakan zona dengan lempeng-lempeng mengalami pergerakan saling menjauh satu sama lain. Bagian kosong karena pergerakan lempeng tektonik menjauh nantinya akan menjauh dari bagian mantel bumi yang terdapat di bagian paling luar bumi.


Kondisi yang juga menyebabkan adanya mid oceanic ridge atau rift valley, yang bisa membuat lempeng benua terbelah menjadi dua dan memunculkan adanya intrusi magma pada bagian tengah lempeng yang kosong. Intrusi magma muncul karena arus konveksi untuk kemudian mendorong lempeng bergerak ke arah lain.


Batas Konvergen

Adalah zona penghancuran yang membuat lempeng-lempeng di permukaan bumi kemudian mendekat satu sama lain. Salah satu lempeng kemudian masuk dan menembus mantel hingga mengalami peleburan serta penghancuran yang diakibatkan adanya suhu tinggi. Dalam zona konvergen muncul subduksi dan kolisi.


Apabila lempeng memiliki bahan yang berat maka akan muncul subduksi, sementara jika lempeng dengan bahan ringan menjadi kolisi. Adanya gerakan kolisi di permukaan bumi membuat terciptanya barisan pegunungan dan gerakan subduksi membuat pegunungan vulkanik dengan memunculkan lipatan pada wilayah lempeng yang tertekan.


Batas Transform

Disebut juga batas geser karena pada batas transform tidak terdapat litosfer yang kemudian dihancurkan dan tidak terdapat litosfer baru tercipta. Beberapa lempeng cenderung bergerak secara lateral atau mendatar satu sama lain. Meskipun pada batas ini banyak muncul patahan transform seperti patahan punggung laut yang panjangnya bisa mencapai ratusan kilometer.


Batas transform juga membuat adanya gerakan relatif sinistral ke arah kiri yang berlawanan, hingga dekstral atau ke kanan yang berlawanan. Kondisi yang menciptakan sesar, seperti misalnya Sesar San Andreas yang terdapat di California dan yang pasti batas transform ini banyak terjadi di dasar laut.


Poin Penting Terkait Pergerakan Lempeng Bumi

Kerak benua di muka bumi memiliki sifat yang ringan dan permanen hingga membuat kerak benua tidak bisa tenggelam. Disebabkan juga karena massa jenis kerak benua sangat rendah, lalu kerak samudera memiliki sifat sementara karena adanya tabrakan.

Lempeng benua terbentuk dari adanya kerak benua dan kerak samudera sesuai dengan gaya yang memengaruhi pergerakan lempeng di wilayah tersebut. Letak benua bisa berada jauh di luar batas benua yang berkaitan.

Lempeng bumi tidak akan menempati suatu medan atau tempat sama, apabila muncul proses penempatan yang sama sehingga salah satu lempeng akan menjadi gunung atau bagian yang dihancurkan mantel bumi.

Apabila terdapat dua lempeng yang saling bergerak berjauhan maka akan muncul kerak samudera yang baru di kawasan tersebut. Bumi memiliki sifat konstan, yang artinya tidak mengalami perubahan ukuran baik besar maupun kecil.

Gerakan lempeng tektonik sangat lambat, sehingga sulit untuk dirasakan oleh manusia namun jika muncul gerakan secara tiba-tiba dan cepat maka dinamakan gempa bumi. Bentang alam tektonik ditemukan pada batas lempeng.

Demikian penjelasan dari teori lempeng tektonik, mulai dari pengertian, contoh hingga jenis-jenis batas lempeng tektonik. Sampoerna Academy tak hanya memberi penjelasan ilmu pengetahuan secara teori di dalam kelas, tetapi juga melakukan praktek secara langsung. Dengan tujuan agar para siswa memahami pelajaran dengan baik dan benar.


Sampoerna Academy memberi fasilitas penunjang lengkap untuk para siswa, dibantu dengan tenaga pengajar berpengalaman dan berkualitas. Sampoerna Academy menerapkan kurikulum berstandar internasional, memberi kesempatan para siswa mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi untuk bisa bersaing di level nasional maupun internasional.





sumber: https://www.sampoernaacademy.sch.id/id/teori-lempeng-tektonik/









STRUKTUR BUMI

Mengenal Struktur Lapisan Bumi – Bumi merupakan salah satu planet dari tata surya yang berada dalam bagian dari galaksi Bima Sakti. Susunan Kimia Bumi merupakan planet ketiga dari susunan planet yang ada di tata surya ini Bumi memiliki lapisan struktur berlapis-lapis sampai kepada inti bumi (core). Dengan diameter bumi sebesar 7.926 mil. Bumi memiliki setidaknya ada 4 lapisan bumi yang menjadi penyusun bumi yang saat ini kita tinggal di atasnya.


Planet bumi ini memiliki 4 jenis lapisan, yaitu



kerak bumi,

selimut bumi,

inti luar dan

inti dalam bumi.

Pengertian Struktur Lapisan Bumi

Struktur bumi adalah susunan / lapisan pembentuk bumi. Struktur bumi terdiri dari banyak jenis material


Struktur Bumi bagian dalam terbagi dalam beberapa lapisan, seperti halnya sebuah bawang. Bumi secara umum terdiri dari beberapa lapisan yaitu bagian paling atas disebut litosfer atau crust, lapisan di bawahnya adalah astenosfer atau mantel dan yang paling bawah adalah inti bumi.


Bagian dalam dari bumi dapat diketahui dengan mempelajari sifat-sifat fisika bumi yaitu dengan metode geofisika, terutama dari kecepatan rambatan getaran atau gelombang seismik, sifat kemagnetannya dan gaya berat serta data panas bumi. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa bagian dalam bumi tersusun dari material yang berbeda-beda mulai dari permukaan bumi sampai ke inti bumi.



Dengan metode geofisika tersebut juga diketahui bahwa berat jenis bumi keseluruhan adalah sekitar 5,52. Kerak bumi sendiri yang merupakan lapisan terluar dan disusun oleh batu-batuan mempunyai berat jenis antara 2,5 sampai 3,0. Dari hal tersebut dapat diketahui bahwa material yang menyusun bagian dalam bumi merupakan material yang lebih berat dengan berat jenis yang lebih besar daripada batuan yang menyusun kerak bumi.


Pelajari mengenai lapisan bumi yang ada melalui buku cerita dengan konten sains menarik yang dapat diakses melalui ponsel pintar. Buku Seri Smart Science: Lapisan Bumi dan Fosil – Alfa & Mega Berwisata Ke Bumi bisa kamu dapatkan hanya di Gramedia!


Gramedia Literasi

Home » Geografi » Mengenal Struktur Lapisan Bumi


Geografi

Mengenal Struktur Lapisan Bumi

Mengenal Struktur Lapisan Bumi (1)


Written by Mochamad Harris



Mengenal Struktur Lapisan Bumi – Bumi merupakan salah satu planet dari tata surya yang berada dalam bagian dari galaksi Bima Sakti. Susunan Kimia Bumi merupakan planet ketiga dari susunan planet yang ada di tata surya ini Bumi memiliki lapisan struktur berlapis-lapis sampai kepada inti bumi (core). Dengan diameter bumi sebesar 7.926 mil. Bumi memiliki setidaknya ada 4 lapisan bumi yang menjadi penyusun bumi yang saat ini kita tinggal di atasnya.


Planet bumi ini memiliki 4 jenis lapisan, yaitu



kerak bumi,

selimut bumi,

inti luar dan

inti dalam bumi.


Pengertian Struktur Lapisan Bumi

Struktur Lapisan Bumi

1. Kerak Bumi

2. Mantel

3. Inti

Struktur Lapisan Bumi Berdasarkan Susunan Kimia

1. Atmosfer

2. Hidrosfer

3. Litosfer

2 Bagian Litosfer

4. Biosfer

Rekomendasi Buku Terkait Struktur Lapisan Bumi

Ensiklopedia Saintis Junior: Bumi

Seri Smart Science : Lapisan Bumi dan Fosil – Alfa & Mega Berwisata Ke Bumi

Ensiklopedia Super Seru: Halo, Bumi!

Artikel Terkait Struktur Lapisan Bumi

Kategori Ilmu Geografi

Materi Geografi Kelas 10

Pengertian Struktur Lapisan Bumi

Struktur bumi adalah susunan / lapisan pembentuk bumi. Struktur bumi terdiri dari banyak jenis material


Struktur Bumi bagian dalam terbagi dalam beberapa lapisan, seperti halnya sebuah bawang. Bumi secara umum terdiri dari beberapa lapisan yaitu bagian paling atas disebut litosfer atau crust, lapisan di bawahnya adalah astenosfer atau mantel dan yang paling bawah adalah inti bumi.


Bagian dalam dari bumi dapat diketahui dengan mempelajari sifat-sifat fisika bumi yaitu dengan metode geofisika, terutama dari kecepatan rambatan getaran atau gelombang seismik, sifat kemagnetannya dan gaya berat serta data panas bumi. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa bagian dalam bumi tersusun dari material yang berbeda-beda mulai dari permukaan bumi sampai ke inti bumi.



Dengan metode geofisika tersebut juga diketahui bahwa berat jenis bumi keseluruhan adalah sekitar 5,52. Kerak bumi sendiri yang merupakan lapisan terluar dan disusun oleh batu-batuan mempunyai berat jenis antara 2,5 sampai 3,0. Dari hal tersebut dapat diketahui bahwa material yang menyusun bagian dalam bumi merupakan material yang lebih berat dengan berat jenis yang lebih besar daripada batuan yang menyusun kerak bumi.


Pelajari mengenai lapisan bumi yang ada melalui buku cerita dengan konten sains menarik yang dapat diakses melalui ponsel pintar. Buku Seri Smart Science: Lapisan Bumi dan Fosil – Alfa & Mega Berwisata Ke Bumi bisa kamu dapatkan hanya di Gramedia!




beli sekarang

Struktur Lapisan Bumi

1. Kerak Bumi

Kerak Bumi adalah lapisan terluar bumi yang terbagi menjadi dua kategori, yaitu kerak samudra dan kerak benua.


Kerak samudra mempunyai ketebalan sekitar 5–10 km sedangkan kerak benua mempunyai ketebalan sekitar 20–70 km. Penyusun kerak samudra yang utama adalah batuan basalt, sedangkan batuan penyusun kerak benua yang utama adalah granit, yang tidak sepadat batuan basalt.




Kerak Bumi dan sebagian mantel bumi membentuk lapisan litosfer dengan ketebalan total kurang lebih 80 km. Temperatur kerak meningkat seiring kedalamannya. Pada batas terbawahnya temperatur kerak menyentuh angka 1.100 C. Kerak dan bagian mantel yang relatif padat membentuk lapisan litosfer. Karena konveksi pada mantel bagian atas dan astenosfer, litosfer dipecah menjadi lempeng tektonik yang bergerak.



Temperatur meningkat 30 0C setiap km, namun gradien panas bumi akan semakin rendah pada lapisan kerak yang lebih dalam.


Unsur-unsur kimia utama pembentuk kerak bumi adalah:



Oksigen (O) (46,6%),

Silikon (Si) (27,7%),

Aluminium (Al) (8,1%),

Besi (Fe) (5,0%),

Kalsium (Ca) (3,6%),

Natrium (Na) (2,8%),

Kalium (K) (2,6%),

Magnesium (Mg) (2,1%).


2. Mantel

Selubung bumi atau yang biasa disebut mantel bumi ini merupakan lapisan yang menyelubungi inti bumi dan merupakan bagian terbesar dari bagian bumi sekitar 83.2 persen dari volume dan 67.8 persen dari keseluruhan masa bumi.


Terdiri dari material yang berfasa cair,sering pula selubung bumi disebut sebagai lapisan astenosfer. Pada lapisan ini tempat terjadinya pergerakan-pergerakan lempeng-lempeng yang disebabkan oleh gaya konveksi atau energi dari panas bumi.



Pergerakan tersebut sangat mempengaruhi bentuk muka bumi. ketebalan selubung ini berkisar 2.883 km. Densitasnya berkisar dari 5.7 gr/cc dekat dengan inti dan 3.3 gr/cc di dekat kerak bumi. Pada wilayah selubung bagian atas akan mulai terbentuk intrusi magma yang diakibatkan oleh batuan yang menyusup dan meleleh.




3. Inti

Inti bumi terletak mulai kedalaman sekitar 2900 km dari dasar kerak bumi sampai ke pusat bumi.


Inti bumi dapat dipisahkan menjadi inti bumi bagian luar dan inti bumi bagian dalam. Batas antara selubung bumi dan inti bumi ditandai dengan penurunan kecepatan gelombang P secara drastis dan gelombang S yang tidak diteruskan.


Keadaan ini disebabkan karena meningkatnya berat jenis material penyusun inti bumi dan perubahan sifat materialnya dari yang bersifat padat menjadi bersifat cair. Meningkatnya berat jenis disebabkan karena perubahan dari material silikat yang menyusun selubung bumi menjadi material campuran logam yang kaya akan besi (Fe) di inti bumi.



Perubahan sifat material menjadi cairan disebabkan karena turunnya titik lebur material yang mengandung besi dibandingkan material yang kaya silikat. Itulah sebabnya material yang menyusun inti bumi bagian luar berupa cairan yang kaya logam Fe.


Sebaliknya semakin bertambahnya tekanan ke bagian yang semakin dalam akan mengakibatkan kan naiknya titik lebur material logam. Hal ini menyebabkan material yang menyusun inti bumi bagian dalam merupakan material logam yang bersifat padat.



Komposisi material penyusun inti bumi diketahui dengan perkiraan bahwa unsur besi merupakan unsur yang banyak dijumpai pada kerak batuan penyusun kerak bumi. Dengan meningkatnya berat jenis pada batuan yang makin dalam letaknya, maka kadar besi juga akan semakin meningkat, sehingga pada selubung bumi mempunyai kemungkinan mengandung kadar besi yang lebih besar daripada kerak bumi.


Berat jenis inti bumi bagian luar yang disusun oleh material kaya besi yang cair sama dengan berat jenis berat jenis besi dalam keadaan cair. Karena inti bumi bagian dalam disusun oleh material kaya besi yang padat, maka batas antara inti bumi bagian luar dengan inti bumi bagian dalam mempunyai temperatur sama dengan titik lebur besi pada tekanan di tempat tersebut.



Selain itu, komposisi penyusun inti bumi juga diketahui dengan mendasarkan pada komposisi meteorit yang dijumpai mengandung logam besi dan nikel sebanyak sekitar 7% sampai 8%. Sehingga diperkirakan material logam penyusun inti bumi adalah unsur besi dan nikel.


Pelajari lebih dalam mengenai struktur lapisan bumi yang ada melalui buku Ensiklopedia Pintar: Bu

mi Kita yang juga menjelaskan berbagai informasi lainnya yang penting untuk Grameds ketahui mengenai bumi kita.


Struktur Lapisan Bumi Berdasarkan Susunan Kimia

Mengenal Struktur Lapisan Bumi (1)Kemajuan teknologi kini membuat orang bisa belajar banyak tentang Bumi, serta mengetahui lapisan yang menyusunnya. Situs phys.org menggambarkan cara untuk melihat inti bumi yaitu dengan membayangkan seolah Anda membelahnya. Anda akan melihat Bumi terdiri dari beberapa lapisan, persis seperti kue. Setiap lapisan ternyata memiliki banyak perbedaan yang sangat jelas.



Misalnya saja, sifat, komposisi, dan karakteristiknya yang memengaruhi banyak proses utama pembentukan Bumi. Pemahaman ilmiah tentang struktur interior Bumi didasarkan pada kesimpulan yang dibuat dengan bantuan pemantauan seismik.



Hal itu berarti melibatkan pengukuran gelombang suara yang dihasilkan oleh gempa bumi, dan memeriksa bagaimana gelombang suara melewati berbagai lapisan bumi. Perubahan kecepatan seismik menyebabkan refraksi yang dihitung (sesuai dengan Hukum Snell) untuk menentukan perbedaan massa jenis. Juga diperlukan eksperimen dengan padatan kristal pada tekanan dan karakteristik suhu interior dalam bumi.



Hasilnya, dapat diketahui perbedaan suhu dan tekanan disebabkan oleh sisa panas dari pembentukan awal planet, hingga peluruhan unsur radioaktif.


Selain lapisan-lapisan yang disebut di atas, Bumi juga terdiri dari empat susunan kimia, yaitu



atmosfer,

hidrosfer,

litosfer, dan

biosfer.

1. Atmosfer

Lapisan atmosfer adalah lapisan udara yang membungkus planet ini dengan ketebalan lebih dari 650 kilometer.


Lapisan ini disusun dari nitrogen sebesar 78 persen dan oksigen sebesar 21 persen. Atmosfer juga dibagi menjadi lima lapisan, yaitu troposfer, stratosfer, mesosfer, termosfer, dan eksosfer. Troposfer adalah lapisan yang paling dekat dengan permukaan Bumi. Jaraknya sekitar 0 hingga 15 kilometer.


Fenomena cuaca seperti hujan dan petir terjadi di troposfer. Di lapisan selanjutnya ada stratosfer yang berada di atas troposfer. Jaraknya sekitar 15 sampai 40 kilometer dari permukaan Bumi. Lapisan ini berfungsi untuk menyerap dan menyebarkan radiasi ultraviolet dari Matahari.


Di atas stratosfer terdapat mesosfer pada ketinggian 40 sampai 70 kilometer di atas permukaan Bumi. Kemudian ada termosfer yang berjarak 70 sampai 400 kilometer dari permukaan Bumi. Termosfer juga disebut sebagai ionosfer karena terjadi proses ionisasi pada atom-atom dan molekul yang berinteraksi dengan plasma Matahari.


Terakhir, ada eksosfer sebagai pelindung dan lapisan terluar yang menyelimuti planet ini. Ini terletak 800 sampai 3.260 kilometer dari permukaan Bumi. Satelit yang mengitari

 Bumi terdapat di eksosfer.


2. Hidrosfer

Seperti namanya, hidrosfer merujuk kepada lapisan air yang berada di permukaan Bumi. Artinya, lapisan hidrosfer meliputi samudera, lautan, danau, sungai, air tanah, serta uap air.


Hidrosfer dari kata hydrosphere dalam Bahasa Inggris. Kata hydro berasal dari Yunani Kuno yang artinya air. Hidrologi adalah ilmu atau studi tentang air dan cara air digunakan dan diedarkan di seluruh planet bumi.


Bisa dikatakan, hidrosfer adalah komponen air bumi.


Dikutip dari National Geographic Society, hidrosfer adalah jumlah total air di sebuah planet. Hidrosfer mencakup air di permukaan planet, di bawah tanah dan di udara. Hidrosfer sebuah planet dapat berupa bentuk cair, uap dan es.


Hidrosfer adalah jumlah semua air di bumi dan siklus air yang mendistribusikannya ke seluruh planet. Di bumi, air cair (liquid water) ada di permukaan bumi dalam bentuk lautan, danau dan sungai. Ada pula air di bawah tanah seperti air tanah, di sumur dan akuifer. Air dalam hidrosfer juga ada yang berbentuk uap dan terlihat sebagai awan atau kabut. Bagian beku dari hidrosfer bumi terdiri dari es meliputi gletser, tutup es (ice caps) dan gunung es.


Air dalam bentuk gas (uap air) lebih tepat disebut bagian dari atmosfer. Bagian beku dari hidrosfer bumi tersebut mempunyai nama tersendiri yaitu cryosfer (cryosphere). Hidrosfer selalu bergerak Gerakan sungai dan aliran air dapat terlihat, tetapi gerakan air di kolam dan danau memang kurang terlihat jelas.


Gerakan laut dan samudera dapat dilihat dengan mudah dengan gerakan skala besar yang mengalirkan air dengan jarak yang sangat jauh seperti kutub dan tropis atau antarbenua. Gerakan semacam ini adalah dalam bentuk arus yang menggerakkan air hangat di daerah tropis ke arah kutub dan air dingin dari kutub ke arah daerah tropis. Arus ini hadir di permukaan laut dan pada kedalaman lautan.


Air bergerak melalui hidrosfer dalam siklus. Air terkumpul di awan kemudian jatuh ke bumi dalam bentuk hujan atau salju. Air ini terkumpul di sungai, danau dan lautan. Kemudian air menguap ke atmosfer untuk memulai siklus dari awal lagi. Perputaran ini disebut siklus air (water cycle).


Pembahasan mengenai bagaimana siklus air terjadi, bagaimana musim berganti, dan masih banyak lagi dapat Grameds temukan pada buku Ensiklopedia Super Seru: Halo, Bumi! karya Hemma.


3. Litosfer

Litosfer adalah lapisan kerak paling luar yang terdiri dari batuan. Litosfer adalah lempeng yang bergerak, sehingga dapat menimbulkan pergeseran benua.


Litosfer berasal dari kata Yunani, lithos (λίθος) yang berarti berbatu, dan sphere (σφαῖρα) yang berarti padat. Litosfer berasal dari kata lithos artinya batuan, dan sphere artinya lapisan.


Secara harfiah litosfer adalah lapisan Bumi yang paling luar atau biasa disebut dengan kulit Bumi.


Kata litosfer berasal dari bahasa Yunani yaitu lithos artinya batuan, dan sphera artinya lapisan. Litosfer yaitu lapisan kerak bumi yang paling luar dan terdiri atas batuan dengan ketebalan rata-rata 1200 km. Litosfer adalah lapisan kerak bumi yang paling atas yang terdiri dari batuan, umumnya lapisan ini terjadi dari senyawa kimia yang kaya akan SO2.


Itulah sebabnya lapisan litosfer seringkali dinamakan lapisan silikat. Menurut Klarke dan Washington, batuan atau litosfer di permukaan bumi ini hampir 75% terdiri dari silikon oksida dan aluminium oksida. Penyusun utama lapisan litosfer adalah batuan yang terdiri dari campuran antara mineral sejenis atau tidak sejenis yang saling terikat secara gembur atau padat. Induk batuan pembentuk litosfer adalah magma, yaitu batuan cair pijar yang bersuhu sangat tinggi dan terdapat di bawah kerak bumi. Magma akan mengalami beberapa proses perubahan sampai menjadi batuan beku, batuan sedimen dan batuan metamorf.


Litosfer memegang peranan penting dalam kehidupan tumbuhan. Tanah terbentuk apabila batu-batuan di permukaan litosfer mengalami degradasi, erosi maupun proses fisika lainnya menjadi batuan kecil sampai pasir. Selanjutnya bagian ini bercampur dengan hasil pemasukan komponen organis makhluk hidup yang kemudian membentuk tanah yang dapat digunakan sebagai tempat hidup organisme. Tanah merupakan sumber berbagai jenis mineral bagi mahluk hidup.


Dalam wujud aslinya, mineral-mineral ini berupa batu-batuan yang treletak berlapis di permukaan bumi. Melalui proses erosi mineral-mineral yang menjadi sumber makanan mahluk hidup ini seringkali terbawa oleh aliran sungai ke laut dan terdeposit di dasar laut.


Itulah sebabnya mengapa lapisan litosfer sering sekali dinamakan dengan lapisan silikat dengan memiliki ketebalan rata-rata 30 km yang terdiri atas 2 bagian



2 Bagian Litosfer

Litosfer atas merupakan daratan dengan kira-kira 35% atau 1/3 bagian.

Litosfer bawah merupakan lautan dengan kira-kira 65% atau 2/3 bagian.

 


Litosfer Bumi meliputi kerak dan bagian teratas dari mantel Bumi yang mengakibatkan kerasnya lapisan terluar dari planet Bumi. Litosfer ditopang oleh astenosfer yang dalam hal ini merupakan bagian yang lebih lemah, lebih panas dan lebih dalam dari mantel.


Biosfer memiliki arti ‘lapisan hidup,’ yang merujuk kepada lapisan yang dapat dihuni oleh makhluk hidup. Biosfer mencakup daratan, air, udara, dan interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya.



Biosfer adalah sistem kehidupan yang paling besar karena terdiri atas gabungan ekosistem yang ada di planet bumi.


Biosfer dapat diartikan juga sebagai bagian luar muka bumi yang mencakup udara, daratan, dan air dan memungkinkan kehidupan serta proses biotic berlangsung. Biosfer dapat diartikan juga sebagai keseluruhan ekosistem di bumi, meliputi semua bagian bumi yang mengandung kehidupan ( terdiri dari komponen biotic yang berinteraksi dengan lingkungan abiotik yang merupakan bagian dari atmosfer, hidrosfer, dan litosfer).


Jadi, biosfer adalah lapisan tempat tinggal makhluk hidup. Biosfer merupakan sistem kehidupan yang paling besar karena terdiri atas gabungan ekosistem yang ada di planet bumi. Secara etimologi, kata biosfer terdiri atas 2 kata yaitu bio yang berarti hidup dan sphere yang berarti lapisan.Pengertian Biosfer dalam arti sempit adalah lapisan atau bagian di bumi yang menjadi tempat makhluk hidup.Pengertian biosfer dalam arti luas memiliki makna makhluk hidup serta lapisan pada permukaan bumi yang cocok bagi kehidupan.


Pengertian biosfer dalam arti luas menurut geofisiologi, biosfer adalah sistem ekologis global yang menyatukan seluruh makhluk hidup dan hubungan antarmereka, termasuk interaksinya dengan unsur litosfer (batuan), hidrosfer (air), dan atmosfer (udara) Bumi. Biosfer Menurut Para Ahli Selain pengertian baku biosfer, terdapat pula definisi yang disampaikan oleh para ahli mengenai biosfer, antara lain:


Menurut Vladimir Wanouich Veinadsku, biosfer adalah sebuah sistem terbuka dan berkembang sejak dimulainya sejarah kehidupan makhluk di bumi. Menurut John Wiley, yaitu sebuah zona dari planet bumi dimana terdapat kehidupan yang terbentuk secara alami pada lapisan bumi dengan lapisan atmosfer yang lebih rendah. Menurut M. Allaby, biosfer merupakan salah satu bagian habitat organisme yang membentuk sistem kelompok stabil dan efektif untuk keseluruhan ekosistem planet bumi.


Bumi sebagai tempat kita tinggal memiliki berbagai hal menarik yang dapat kamu pelajari seperti jenis hewan, tumbuhan, kota besar, dan masih banyak lagi yang dibahas pada buku Ensiklopedia Junior: Bumi Kita.




sumber: https://www.gramedia.com/literasi/struktur-lapisan-bumi/











Minggu, 07 Januari 2024

PEMANFAATAN GETARAN, GELOMBANG, CAHAYA

 PEMANFAATAN GETARAN

Getaran banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari contohnya : Getaran pada senar gitar yang dipetik akan menghasilkan suara yang merdu, Getaran pada bandul dapat digunakan sebagai penunjuk waktu, getaran jaring laba-laba digunakan untuk mencari mangsa, dan getaran pegas pada alat suspense mobil memberi kenyamanan




PEMANFAATAN CAHAYA

Dalam kehidupan sehari-hari, cahaya adalah sumber penerangan utama. Lampu, senter, dan lilin adalah beberapa contoh perangkat yang menggunakan cahaya sebagai penerangan di tempat-tempat tertentu, seperti di jalan, di dalam rumah, atau di tempat kerja.

Cahaya memiliki fungsi penting untuk mengatur ritme harian, pertumbuhan, hingga reproduksi, selain sebagai penerangan.



PEMANFAATAN GELOMBANG 

Contoh pemanfaat gelombang dalam kehidupan sehari - hari :

Gelombang ultrasonik untuk alat pendeteksi janin (USG). Gelombang radiio untuk komunikasi. Gelombang sinar X untuk rontgen. Gelombang mikro dimanfaatkan untuk memanaskan makanan (microwave)

Gelombang bunyi yang digunakan dalam beberapa peralatan kesehatan. ...

Gelombang micro yang digunakan pada peralatan memasak, seperti microwave yang digunakan untuk menghangatkan atau memanggang makanan.

Gelombang radio dan televisi yang digunakan untuk alat atau media komunikasi.




















CARA PEMISAHAN CAMPURAN

 1. Sublimasi

Sublimasi adalah metode pemisahan campuran dengan menguapkan zat padat tanpa melalui fase cair terlebih dahulu sehingga kotoran yang tidak menyublim akan tertinggal. Bahan-bahan untuk menggunakan metode ini adalah dengan menggunakan bahan yang mudah untuk menyublim, seperti kamfer dan iod.


2. Kristalisasi

Kristalisasi adalah metode pemisahan untuk memperoleh zat padat yang terlarut dalam suatu campuran. Dasar dari metode ini adalah kelarutan bahan dalam suatu pelarut dalam titik beku.


Campuran yang terdiri dari zat padat yang dapat membentuk kristal dapat dipisahkan dengan cara mengkristalisasikan salah satu zatnya. Kristalisasi memiliki dua cara, yaitu kristalisasi penguapan dan kristalisasi pendinginan.


3. Destilasi

Destilasi adalah metode pemisahan untuk memperoleh suatu bahan yang berwujud cair yang terkotori oleh zat padat atau bahan lain yang memiliki titik didih yang berbeda. Dasar pemisahan ini adalah titik didih yang berbeda antara kedua jenis zat yang terlarut.


Metode ini sangat efektif untuk memisahkan campuran yang terdiri dari dua cairan dengan titik didih yang berbeda. Contoh pemisahan campuran dengan cara destilasi adalah pengolahan air laut menjadi garam.


4. Ekstraksi

Ekstraksi adalah metode pemisahan dengan melarutkan bahan campuran dalam pelarut yang sesuai. Dasar dari metode ini adalah kelarutan bahan dalam suatu pelarut tertentu.


5. Absorbsi

Absorbsi adalah metode pemisahan untuk membersihkan suatu bahan dari pengotornya dengan cara penarikan secara kuat sehingga menempel pada permukaan bahan pengabsorbsi. Cara ini biasanya digunakan untuk memurnikan air dari kotoran renik atau mikroorganisme serta untuk memutihkan gula yang berwarna coklat karena ada kotoran di dalamnya.


6. Kromatografi

Kromatografi merupakan cara pemisahan berdasarkan perbedaan kecepatan pelarut pada suatu lapisan zat tertentu. Dasar pemisahan metode ini adalah kelarutan dalam pelarut tertentu, daya absorbsi oleh bahan penyerap, dan volatilitas (daya penguapan).


Metode ini memanfaatkan perbedaan afinitas atau daya tarik antara komponen campuran dengan fase diam dan fase gerak. Kromatografi dapat digunakan untuk memisahkan campuran yang sangat kompleks menjadi komponen-komponen yang lebih sederhana.






sumber: https://www.detik.com/bali/berita/d-6605101/pemisahan-campuran-dengan-cara-filtrasi-didasarkan-pada-apa-ini-jawabannya/amp

Senin, 02 Oktober 2023

CAMPURAN

 

Pengertian zat campuran

Zat campuran  merupakan zat yang terdiri atas dua atau lebih zat yang bergabung menjadi satu tanpa komposisi tetap dan masih mempunyai sifat zat asalnya. Sebagai contoh udara, air laut, lem, tanah, makanan, dan sebagainya.

Jadi dapat dijelaskan bahwa arti zat campuran adalah penggabungan dua zat atau lebih tanpa melalui suatu reaksi kimia, sehingga sifat zat yang menjadi penyusun tidak akan berubah.

Baca juga: Perbedaan Senyawa dan Campuran

Sifat-sifat zat campur

Zat campuran memiliki sifat-sifat di antaranya:

  • Terdiri dari dua jenis zat tunggal atau lebih
  • Perbandingan komponen penyusun tidak tetap
  • Masih mempunyai sifat zat asal. Sifat larutan merupakan rata-rata dari sifat komponennya
  • Dapat dipisahkan menjadi komponennya melalui cara-cara fisis seperti penyaringan dan penyulingan

Jenis-jenis zat campur

Terdapat dua jenis zat campuran berdasarkan sifatnya, yaitu homogen dan hetergone. Berikuturaiannya: 

Campuran homogen

Campuran homogen diartikan sebagai bentuk percampuran antara dua zat atau lebih yang tidak bisa dibedakan lagi materi penyusunnya masing-masing.

Baca juga: Contoh Campuran: Homogen, Heterogen, Suspensi, dan Koloid

Secara umum campuran homogen disebut juga sebagai larutan, karena masing-masing zatnya saling menyatu atau saling larut hingga tampak membentuk tampilan baru. Contohnya minuman teh manis,dan udara

Campuran heterogen

Campuran heterogen adalah bentuk pencampuran di mana zat-zat penyusunnya masih bisa dibedakan satu sama lain.

Campuran jenis ini biasa disebut dengan campuran kasar, sebab hasil akhirnya tidak menyatu atau tidak saling melarutkan dan masih bisa dibedakan.

Contoh dari campuran heterogen adalah campuran air dengan pasir, air dengan bubuk kopi, air dengan tepung beras dan tepung terigu, ataupun santan.


sumber: Zat Campuran: Pengertian, Sifat, dan Jenis-jenisnya Halaman all - Kompas.com























SENYAWA

 

Pengertian Senyawa


Senyawa adalah zat tunggal yang unsur-unsurnya bisa diuraikan kembali menjadi dua atau lebih dengan menggunakan reaksi kimia. Meskipun senyawa terdiri dari beberapa unsur, namun sifat kimia antara senyawa dengan unsur penyusunnya berbeda.

Kalau senyawa memiliki lebih dari satu unsur, kenapa disebut sebagai zat tunggal, dong? Alasannya karena komposisi senyawa tidak pernah berubah dan akan selalu tetap. Contohnya seperti air (H2O) yang tersusun dari dua atom Hidrogen (H) dalam setiap atom oksigen nya (O).

Ini sesuai dengan hukum Proust yang menyatakan bahwa perbandingan massa unsur di dalam suatu senyawa adalah tertentu serta tetap. Misalnya kamu punya 2 gelas, di gelas yang pertama kamu isi dengan 10 gram air sedangkan gelas yang kedua berisi 27 gram air.

Komposisi zat penyusun di gelas yang pertama adalah 1,119 gram hidrogen dan 8,881 gram oksigen. Sementara gelas yang kedua terdiri dari 3,021 gram hidrogen dan 23,979 gram oksigen. Dengan kata lain, komposisi hidrogen dan juga oksigen dalam kedua gelas yang kamu miliki adalah sama, yakni 11,19% hidrogen dan juga 88,81% oksigen. Prinsip yang sama berlaku juga untuk hal lainnya, seperti gula.

Gula tersusun dari unsur hidrogen, karbon, serta oksigen sehingga mempunyai rumus kimia C2H5OH. Perbandingan ketiga unsur penyusun gula ini adalah 12 karbon : 8 oksigen : 3 hidrogen. Seperti yang dijelaskan oleh Hardjono Satrohamidjojo dalam bukunya yang berjudul Kimia Dasar.

Sifat senyawa

Pixabay.com/PublicDomainPictures

Sebelumnya sudah disebutkan bahwa meskipun senyawa tersusun dari dua unsur atau lebih, sifat antara senyawa dengan unsur-unsur pembentuknya ini berbeda. Misalnya sifat air berbeda dengan sifat oksigen dan sifat hidrogen yang menjadi unsur penyusunnya. Salah satunya adalah wujud, air berwujud cair sedangkan oksigen dan hidrogen berwujud gags.

Karena ada banyak senyawa yang bisa kamu temukan, secara umum sifat-sifat senyawa bisa dirangkum menjadi:

  1. Senyawa terbentuk dari dua unsur kimia atau lebih dengan menggunakan reaksi kimia
  2. sifat senyawa berbeda dengan sifat unsur pembentuknya karena keduanya memiliki perbedaan komposisi
  3. Senyawa bisa diuraikan menjadi beberapa unsur tertentu
  4. Suatu senyawa tidak bisa dipisahkan secara fisika.

Tata Nama Senyawa

Di alam semesta ini, ada banyak banyak sekali jumlah dan jenis senyawa. Untuk membedakan antara senyawa yang satu dengan yang lainnya, dibutuhkan nama sebagai identitas senyawa itu sendiri. Dalam hal ini, komisi internasional untuk kimia (IUPAC) membuat aturan penamaan senyawa yang berlaku di seluruh dunia agar proses penamaannya jadi lebih mudah. Semua tata nama senyawa yang digunakan wajib mengikuti aturan ini. IUPAC sendiri merupakan badan internasional yang berada di bawah naungan UNESCO.

Misalnya seperti senyawa biner yang merupakan senyawa dengan dua unsur di dalamnya, baik unsur logam maupun unsur non logam. Cara penamaan senyawa biner ini memiliki aturan khusus yang akan kita bahas lebih lanjut di bawah ini.

Penamaan senyawa biner yang terdiri dari unsur logam dan non logam

Senyawa biner yang terdiri dari ikatan antara unsur logam dan non logam biasa disebut sebagai senyawa ionik. Dalam senyawa ini, unsur logam bisa membentuk ion yang positif (kation) dan unsur non logam bisa membentuk ion yang negatif (anion).

Beberapa contoh kation dan juga anion yang dihasilkan oleh unsur logam serta unsur non logam diantaranya adalah:

NoKation dari unsur logamNoAnion dari unsur non logam
KationNama KationAnionNama Anion
1Li+Litium1H-Hidrida
2Na+Natrium2Cl-Klorida
3K+Kalium3l-Iodida
4Mg2+Magnesium4Br-Bromida
5Ca2+Kalsium5O2–Oksida
6Al3+Magnesium6S2–Sulfida
7Sn2+Timah (II)7As3Arsenida
8Sn4+Timah (IV)8Si4-Silisida
9Cu+Tembaga (I)9p3+Fosfida
10Cu2+Tembaga (II)10O2–Oksida

Dari 20 contoh penamaan senyawa biner di atas, bisa disimpulkan bahwa cara penamaan senyawa biner antara unsur logam serta non logam adalah:

Nama logam + nama non logam diikuti dengan akhiran “-ida”

Misalnya untuk senyawa biner yang tersusun dari unsur logam kalium (K) yang berikatan dengan unsur non logam klor (Cl) akan membentuk senyawa KCl yang bernama kalium klorida. Beberapa contoh lainnya bisa kamu lihat dalam tabel di bawah ini:

NoSenyawaNama Senyawa
1NaBrNatrium bromida
2Li2OLitium oksida
3MgCl2Magnesium klorida
4AgClPerak klorida
5ZnOSeng oksida
6NaClNatrium klorida
7CsICesium iodida
8RubidiumOksida
9SrOStrontium oksida
10BariumKlorida

Namun kalau logamnya mempunyai lebih dari satu muatan, cara penamaannya berubah menjadi seperti ini:

Nama logam (angka romawi) + nama non logam diikuti dengan akhiran “-ida”

Contohnya seperti ketika senyawa biner yang tersusun dari unsur logam besi (Fe)–yang mempunyai lebih dari satu muatan–berikatan dengan unsur non logam klor (Cl), akan membentuk senyawa FeCl2 yang bernama besi(II) klorida dan juga FeCl3 yang bernama besi (III) klorida.


Loaded: 0.35%

Berikut ini contoh penamaan senyawa biner berdasarkan dari bilangan oksidasinya:

NoUnsurBilangan OksidasiSenyawaNama Senyawa
1Cr+2CrOKromium(II) oksida
+3CrCl3Kromium(III) klorida
2Fe+2FeSBesi(II) sulfida
+3FeF3Besi(III) florida
3Co+2Col2Kobalt(II) iodida
+3Co2O3Kobalt (III) oksida
4Cu+1CulTembaga(I) iodida
+2CuCl3Tembaga(II) klorida
5Pb+2PbBr2Timbal(II) bromida
+4PbO2Timbal(IV) oksida



Penamaan senyawa biner yang terdiri dari dua unsur non logam

Senyawa biner yang terdiri dari dua unsur non logam bisa berupa senyawa kovalen. Cara penamaan senyawa biner yang satu ini adalah dengan menuliskan unsur yang mempunyai bilangan oksidasi positif dulu, lalu diikuti dengan unsur yang mempunyai bilangan oksidasi negatif.

Contohnya senyawa biner yang terdiri dari unsur non logam hidrogen (H) dengan bilangan oksidasi positif ketika bereaksi dengan unsur non logam klor (Cl) dengan bilangan oksidasi negatif akan membentuk HCl yang dinamakan hidrogen klorida, bukan ClH.

Beberapa unsur-unsur non logam diketahui bisa membentuk lebih dari satu senyawa biner. Contohnya seperti karbon monoksida (CO), karbon dioksida (CO2), nitrogen dioksida (NO2), dan juga nitrogen trioksida (N2O3). Penamaan unsur-unsur ini disusun dari jumlah atom yang dimiliki oleh setiap unsur.

Selain itu, senyawa biner yang terdiri dari dua unsur non logam dinamakan sesuai dengan nama kedua unsur tersebut dan ditambahkan dengan akhiran “-ida”. Akan tetapi jika unsur-unsurnya hanya membentuk sejenis senyawa, indeks biasnya tidak perlu disebutkan seperti HCl (hidrogen klorida), HBr (Hidrogen bromida), dan juga H2S (hidrogen sulfida).

Nah jika unsur-unsurnya membentuk lebih dari satu senyawa, penamaannya dibedakan menggunakan angka indeks nya dalam bahasa Yunani. Biar lebih mudah diterapkan, kamu bisa memahami daftar nama awalan berdasarkan jumlah atom dalam bahasa Yunani berikut ini:

NoJumlah AtomBahasa Yunani
11mono
22di
33tri
44tetra
55penta
66heksa
77hepta
88okta
99nona
1010deka

Perlu kamu ketahui, indeks satu untuk unsur pertama tidak perlu ditulis, misalnya seperti CO (karbon monoksida) dan NO (nitrogen monoksida). Sedangkan, beberapa contoh nama senyawa biner yang terdiri dari dua unsur non logam diantaranya adalah:

NoSenyawaNama Senyawa
1COKarbon monoksida
2CO2Karbon dioksida
3NONitrogen monoksida
4NO2Nitrogen dioksida
5N2O3Dinitrogen trioksida
6N2O4Dinitrogen tetraoksida
7BCl3Boron triklorida
8CCl4Karbon tetraklorida
9N2O5Dinitrogen pentoksida
10PCl3Fosfor triklorida
11PCl5Fosfor pentaklorida
12SF6Sulfur heksaflorida
13HClHidrogen klorida
14HBrHidrogen bromida
15ClFKlorin fluorida

Jenis-Jenis Senyawa

Senyawa organik

Senyawa organik merupakan senyawa yang di dalam molekulnya terdapat karbon kecuali karbonat, karbida, dan oksida karbon. Senyawa organik bisa ditemukan dari makhluk hidup seperti hewan dan juga tumbuh-tumbuhan.

Contohnya seperti hidrokarbon, karbohidrat, protein,  dan lemak. Hidrokarbon sendiri merupakan senyawa dengan unsur karbon dan juga hidrogen di dalamnya. Dalam kehidupan sehari-hari kamu bisa menemukan hidrokarbon dalam alkana, alkuna, alkena, dan juga alkohol.

Senyawa organik terdiri dari beberapa golongan, yaitu:

  1. Senyawa alifatik: senyawa organik yang mempunyai rantai karbon yang bisa diubah gugus fungsinya
  2. Senyawa aromatik: senyawa organik yang di dalamnya terdapat kandungan paling tidak satu cincin benzena
  3. Senyawa heterosiklik: senyawa organik yang mencakup atom-atom non karbon dalam struktur cincinnya.

Dalam kimia, cabang ilmu yang mempelajari senyawa organik disebut sebagai kimia organik. Kalau kamu mau belajar lebih lanjut tentang ilmu ini, buku Kimia Organik Ed 2 yang ditulis oleh Riswiyanto bisa jadi sumber yang tepat.


Senyawa anorganik

Senyawa anorganik diartikan sebagai senyawa pada tabel periodik yang biasanya menyusun sebuah material maupun benda tak hidup. Contoh senyawa anorganik yang kamu kenal dalam kehidupan sehari-hari misalnya seperti karbon dioksida (CO2), Air (H2O), Amonia (NH3), Natrium hidroksida (NaOH), dan Natrium Klorida (NaCl).

Asam

Asam merupakan salah satu jenis senyawa kimia yang dapat menghasilkan larutan dengan pH kurang dari 7 ketika dilarutkan ke dalam air. Pada umumnya, senyawa asam sering dituliskan dengan rumus HA.

Selain itu, ada juga yang mengartikan asam sebagai senyawa kimia yang bisa mendonorkan ion H+ (proton) kepada suatu zat basa atau zat yang bisa menerima pasangan elektron bebas dari suatu basa.

Basa


Basa pada dasarnya adalah senyawa kimia yang mampu menyerap ion hydronium ketika dilarutkan dalam air. Basa sendiri merupakan lawan dari asam karena mempunyai pH lebih dari 7. Menurut kekuatannya, basa dibagi menjadi dua yaitu basa lemah dan basa kuat. Kekuatan basa sangat tergantung pada kemampuannya dalam melepaskan ion OH dalam larutan serta konsentrasi larutan basa tersebut.

Contoh Senyawa Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Pixabay.com/NatureFriend

Dalam kehidupan sehari-hari, kamu tidak bisa lepas dari penggunaan berbagai jenis senyawa kimia. Beberapa contoh senyawa kimia yang sering kamu temukan dan juga gunakan diantaranya adalah garam dapur, detergen, gula pasir, dan juga sabun.

Garam dapur

Garam dapur adalah senyawa kimia yang mempunyai rumus kimia NaCl (Natrium klorida). Ini adalah senyawa sejenis mineral dengan rasa yang asin dan banyak digunakan menjadi penyedap rasa untuk makanan.

Garam dapur mempunyai bentuk alami mineral kristal yang disebut dengan batu garam atau halit. Batu garam ini terdapat pada air laut, lalu setelah melalui pengolahan bentuknya berubah menjadi seperti yang kamu tahu saat ini.

Selain menambah cita rasa asin pada makanan, garam dapur juga sering dimanfaatkan untuk mengawetkan makanan. Kemudian, garam juga baik untuk mencegah penyakit gondok karena di dalamnya terdapat iodium. Akan tetapi, dibalik semua manfaat yang dimiliki oleh garam dapur, jika dikonsumsi secara berlebihan justru akan menimbulkan penyakit seperti tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Detergen

Detergen adalah salah satu bahan pembersih yang sering digunakan untuk mencuci pakaian-pakaian kotor. Detergen sendiri adalah salah satu contoh senyawa kimia yang mempunyai rumus kimia C6H4C12H25SO3H atau NaC12H25SO4.

Dibandingkan sabun, detergen mempunyai beberapa keunggulan seperti daya cuci yang lebih baik serta masih bisa mengeluarkan sabun meskipun digunakan pada air sadah. Karena itu, detergen lebih cocok untuk mencuci pakaian daripada sabun.

Biasanya, detergen terdiri dari beberapa bahan, contohnya surfaktan yang berfungsi menurunkan tegangan permukaan air. Dengan adanya surfaktan ini, detergen bisa melepaskan kotoran yang menempel pada pakaian yang sudah kamu gunakan. Kemudian, ada juga zat aditif seperti pemutih, pewarna, pewangi, dan juga pelarut yang ditambahkan ke dalam detergen untuk membuat hasil cucian lebih wangi dan berkualitas baik.

Gula pasir

Gula pasir yang sering kamu gunakan pada saat membuat susu, teh, atau kopi agar menambah rasa manis merupakan salah satu contoh senyawa kimia. Gula pasir ini terdiri dari unsur karbon (C), hidrogen (H), dan juga oksigen (O2). Dalam kimia, gula pasir termasuk ke dalam golongan senyawa karbohidrat yang sederhana dengan rumus kimia C12H12O11.



Sabun

Sabun adalah contoh senyawa kimia yang dibuat dengan proses saponifikasi. Pada reaksi saponifikasi ini, terjadi hidrolisis basa suatu senyawa hidrokarbon ester dengan alkali. Seperti contohnya NaOH atau KOH. Sabun yang dibuat dari NaOH umumnya akan lebih lambat larut di dalam air daripada sabun yang terbuat dari KOH. Dalam kehidupan sehari-hari, sabun banyak dimanfaatkan menjadi bahan pembersih.

Sabun yang biasa kita gunakan ada yang berbentuk padat seperti sabun batang, ada juga yang bentuk nya cair. Sabun batang terbuat dari lemak netral yang padat atau dari minyak yang sudah dikeraskan dengan proses hidrogenasi. Karena itu, sabun batang sifatnya lebih sulit larut dalam air dan juga menggunakan NaOH. Sedangkan sabun cair terbuat dari minyak kelapa dengan alkali dari jenis KOH, biasanya sabun cair ini tidak bisa mengental pada suhu kamar.








sumber: Pengertian, Sifat, Jenis, dan Contoh Senyawa - Gramedia Literasi